Rabu, 23 Maret 2016

outline penelitian "Tugas dan Fungsi Bagian PKA di PDAM Tirta Khatulistiwa Pontianak

 FAKULTAS ILMU SOSIAL & ILMU POLITIK

UNIVERSITAS TANJUNGPURA
PONTIANAK
Alamat : Jalan Achmad Yani Pontianak 78124

OUTLINE PENELITIAN
                             Saya adalah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Jurusan Administrasi Perkantoran Universitas Tanjungpura Pontianak saat ini sedang melaksanakan Penelitian dikantor Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Khatulistiwa Pontianak.


           Identitas Mahasiswa
            Nama                          : Ronaldi
            Nim                             : E0061131065
            Prodi                           : Diploma 3 (tiga)
            Jurusan                        : Administrasi Perkantoran
            Alamat                        : Jl. Sepakat 2, Komp. villa


Judul
Tugas Dan Fungsi Bagian Pengendalian Kehilangan Air (PKA) di PDAM Tirta Khatulistiwa Pontianak.

Identifikasi Masalah
Adapun hasil dari penelitian dibagian Pengendalian Kehilangan Air (PKA) di PDAM identifikasi masalah yang di dapat adalah sebagai berikut :
1.      Sempitnya ruangan di ruangan kantor PKA,
2.      Masih seringnya menunda pekerjaan,
3.      Pegawai dikantor PKA yang tidak disiplin
4.      Masih banyaknya mementingkan kepentingan pribadi


Fokus Masalah
Dari hasil penelitian dan dari hasil yang telah dijelaskan didalam masalah diatas, agar tidak terjadi penyimpangan maka, fokus masalah tersebut adalah “Tugas dan Fungsi dari Bagian PKA di PDAM Tirta Khatulistiwa Pontianak.”


Rumusan masalah
PKA adalah bagian yang mengatur tentang pengendalian air, rumusan masalah yang penulis ambil adalah “bagaimana kerja dan fungsi-fungsi dari bagian yang bekerja dibagian PKA.”

Tinjauan literatur
PKA adalah bagian yang bekerja di bagian pengendalian air, PKA tidak hanya bertugas untuk mengelola air saja, namun bagian PKA juga bertugas melayani keluhan dari pelanggan air di PDAM.
Kodoatie,  Robert J. et al. 2002 : 57 Pengelolaan  Sumber  Daya  Air
’’Air adalah barang ekonomi, yang hanya dapat diatur pengalokasiannya secara adil dan merata kepada umat manusia melalui pengelolaan keberlanjutan dengan mempergunakan instrumen ekonomi yang konsisten”
Mahsun, Mohamad. (2006 : 14)   Pengukuran Kinerja Sektor Publik,
”Organisasi yang berhubungan dengan  kepentingan umum dan penyediaan barang atau jasa kepada publik yang dibayar melalui pajak atau pendapatan negara lain yang diatur dengan hukum”.
Murti Sumarni ( 1998 : 45) Pengantar Bisnis; Dasar-Dasar Ekonomi Perusahaan
”Suatu unit kegiatan produksi yang mengolah sumber-sumber ekonomi untuk menyediakan barang dan jasa bagi masyarakat dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan dan agar dapat memuaskan kebutuhan masyarakat”.
Subjek  penelitian
            Adapun subjek penelitiannya adalah pegawai yang ada dikantor bagian Pengendalian Kehilangan Air (PKA).
Daftar Pustaka
Kodoatie,  Robert J. et al. 2002. Pengelolaan  Sumber  Daya  Air. Yogyakarta.
Mahsun, Mohamad. 2006.  Pengukuran Kinerja Sektor Publik, edisi pertama,                     Penerbit BPFE. Yogyakarta.
Sumarni, Murti dan John Soeprihanto, 1998. Pengantar Bisnis; Dasar-Dasar Ekonomi Perusahaan. Edisi Kelima. Penerbit Liberty, Yogyakarta.


Faktor-faktor penyebab tunggakan rekening air di PDAM Tirta Khatulistiwa Pontianak

FAKULTAS ILMU SOSIAL & ILMU POLITIK

UNIVERSITAS TANJUNGPURA
PONTIANAK
Alamat : Jalan Achmad Yani Pontianak 78124

OUTLINE PENELITIAN
                             Saya adalah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Jurusan Administrasi Perkantoran Universitas Tanjungpura Pontianak saat ini sedang melaksanakan Penelitian dikantor Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Khatulistiwa Pontianak.


           Identitas Mahasiswa
            Nama                          : Ronaldi
            Nim                             : E0061131065
            Prodi                           : Diploma 3 (tiga)
            Jurusan                       : Administrasi Perkantoran
            Alamat                        : Jl. Sepakat 2, Komp. villa


Judul
Analisis Faktor-Faktor Yang Menyebabkan Tunggakan Rekening Air Golongan Rumah Tangga II/A Pada PDAM Tirtha Khatulistiwa Kota Pontianak.

Permasalahan
Dari hasil praktek kerja lapangan di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM)  masalah  yang ditemukan adalah sebagai berikut :
1.      Kinerja pegawainya yang masih kurang efektif sehingga pelanggan merasa kurang puas dengan  pelayanan dari Perusahaan Daerah  Air Minum (PDAM),
2.      Kelalaian dari sistem administrasi pengelola perusahaan daerah air minum  tirta khatulistiwa Pontianak terhadap pelanggan,
3.      Kurang tegasnya pegawai Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM)  terhadap sanksi penunggakan  rekening air.

Fokus Masalah
Fokus masalah dari hasil penelitian ini adalah faktor-faktor yang menyebabkan tunggakan rekening air golongan rumah tangga II/a di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Khatulistiwa.


Rumusan masalah
Rumusan masalah dari hasil penelitian ini adalah “bagaimana sistem administrasi PDAM Pontianak mengatasi pelanggan golongan rumah tangga II/a dapat membayar rekening air tepat pada waktunya”.

Tinjauan literatur
Kodoatie,  Robert J. et al. 2002 : 57 Pengelolaan  Sumber  Daya  Air
’’Air adalah barang ekonomi, yang hanya dapat diatur pengalokasiannya secara adil dan merata kepada umat manusia melalui pengelolaan keberlanjutan dengan mempergunakan instrumen ekonomi yang konsisten”
Mahsun, Mohamad. (2006 : 14)   Pengukuran Kinerja Sektor Publik,
”Organisasi yang berhubungan dengan  kepentingan umum dan penyediaan barang atau jasa kepada publik yang dibayar melalui pajak atau pendapatan negara lain yang diatur dengan hukum”.

Suparmoko (2001 : 85) Retribusi Daerah
”Pungutan daerah sebagai pembayaran atas jasa atau pemberian izin tertentu yang khusus disediakan atau diberikan oleh pemerintah daerah untuk kepentingan orang pribadi atau badan”.
Murti Sumarni ( 1998 : 45) Pengantar Bisnis; Dasar-Dasar Ekonomi Perusahaan
”Suatu unit kegiatan produksi yang mengolah sumber-sumber ekonomi untuk menyediakan barang dan jasa bagi masyarakat dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan dan agar dapat memuaskan kebutuhan masyarakat”.
DR. Basu Swastha, DH, SE, MBA ( 2002 : 26 ) Perusahaan Daerah
”Perusahaan yang saham-sahamnya dimiliki oleh Pemerintah Daerah. Perusahaan Daerah bertujuan mencari keuntungan yang nantinya dapat dipakai untuk pembangunan Daerah”.

Subjek  penelitian
            Dari hasil penelitian ini adapun subjek penelitiannya adalah pegawai yang ada di kantor Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Khatulistiwa Pontianak.

Daftar Pustaka
Kodoatie,  Robert J. et al. 2002. Pengelolaan  Sumber  Daya  Air. Yogyakarta.
Mahsun, Mohamad. 2006.  Pengukuran Kinerja Sektor Publik, edisi pertama,                     Penerbit BPFE. Yogyakarta.
Sumarni, Murti dan John Soeprihanto, 1998. Pengantar Bisnis; Dasar-Dasar Ekonomi Perusahaan. Edisi Kelima. Penerbit Liberty, Yogyakarta.
Suparmoko, M. 2001.  Ekonomi Publik; Untuk Keuangan & Pembangunan Daerah. Penerbit Andi. Yogyakarta.
Swastha, Basu, 2002. Pengantar Bisnis Modern ; Pengantar Ekonomi Perusahaan Modern. Edisi ketiga. Penerbit Liberty, Yogyakarta.


Sabtu, 19 Maret 2016

judul outline

Pengajuan Judul Outline


Nama Mahasiswa            : Ronaldi
Nim                                   : E0061131065
Fakultas                           : Ilmu Sosial & Ilmu Politik
Jurusan                            : Administrasi Perkantoran
Prodi                                 : Diploma 3 (Tiga)
Unversitas                        : Tanjung Pura Pontianak

Judul
Analisis Faktor-Faktor Yang Menyebabkan Tunggakan Rekening Air Golongan Rumah Tangga II/A Pada PDAM Tirtha Khatulistiwa Kota Pontianak.

Permasalahan
Faktor-faktor apa saja yang menyebabkan pelanggan golongan rumah tangga II/a tidak membayar rekening air tepat pada waktunya?

Fokus Masalah
Penyebab pelanggan golongan rumah tangga II/a tidak membayar rekening air tepat pada waktunya.

Rumusan Masalah
Karakteristik responden
Faktor – faktor penyebab pelanggan menunggak rekening air
Pelaksanaan Sanksi yang diberikan oleh PDAM Tirta Khatulistiwa Kota Pontianak
Usaha-usaha yang telah dilakukan oleh Manajemen PDAM Tirta Khatulistiwa

Tinjauan literatur
Manajemen PDAM Tirta Khatulistiwa Kota Pontianak agar dapat mengatasi penyebab pelanggan tidak membayar rekening air tepat pada waktunya khususnya pelanggan golonggan rumah tangga II/a agar bisa membayar tepat pada waktunya.
Dan bagi pihak Manajemen perusahaan agar dapat mengambil keputusan yang tepat terutama dalam menentukan kebijaksanaan mengatasi masalah tunggakan.

Subjek  penelitian
      Adalah cara-cara yang dilakukan untuk mengumpulkan, mencari dan mengolah data dari responden serta informasi yang telah ditentukan.   Untuk memperoleh data dalam penelitian ini penulis menggunakan teknik pengambilan data sebagai berikut:

Data Primer
Data yang diperoleh dengan melakukan studi lapangan melalui wawancara langsung terhadap obyek yang diteliti dan berhubungan dengan masalah yang akan diteliti, serta dengan menggunakan daftar pertanyaan (kuesioner) kepada responden yang menjadi obyek penelitian.

Data Sekunder
Adalah data yang diperoleh dari perusahaan Daerah Air Minum Kota Pontianak yang ada relevansinya dengan penelitian yang peneliti lakukan. Data sekunder ini diperoleh dari laporan tahunan, bulanan serta brosur-brosur yang diberikan oleh Perusahaan Daerah Air Minum Kota Pontianak yang ada hubungannya dengan penelitian ini.

Daftar Pustaka

Implikasi  Rencana Perbaikan Kinerja Perusahaan Terhadap Perhitungan Tarif Air Minum Perusahaan Daerah Air Minum Tahun 2013 - 2016
Kodoatie,  Robert J. et al. 2002. Pengelolaan  Sumber  Daya  Air. Penerbit  Andi,     Yogyakarta.
Kaho, Josef Riwu. 2002. Prospek Otonomi Daerah di Negara Republik Indonesia; Identifikasi Beberapa Faktor yang Mempengaruhi  Penyelengaraannya. Penerbit.  PT. RajaGrafindo Persada,  Jakarta.
Lembaran Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Pontianak Nomor : 13 Tahun 1988 Seri B : Nomor : 4.
Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Pontianak Nomor : 03 Tahun 1975 Tanggal 14 Mei 1975 Tentang Pendirian Perusahaan Daerah Air Minum Kotamadya Pontianak.
Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Pontianak Nomor : 03 Tahun 1975 Tanggal 14 Mei 1975 Tentang Pendirian Perusahaan Daerah Air Minum Kotamadya Pontianak,
Proposal Rencana Peningkatan Pelayanan Sistem Pelayanan Air Minum dan Rencana Perbaikan dan Peningkatan Sarana Air Baku.
Profil Perusahaan Daerah Air Minum Kota Pontianak 2006-2010  Menjadi Perusahaan yang Mampu Memberikan Pelayanan Terbaik  Menuju Kepuasan  Pelanggan.
Rencana Pengembangan Usaha (Corporate Plan) PDAM Kota Pontianak Tahun 2006-2010.


Ronald amd

ronad's_photos

ronad's_photos

Sabtu, 12 Maret 2016

Trik Membaca Bahasa Tubuh

"Siapa bilang saya marah!?katanya dengan nada tinggi.
?Saya tidak tersinggung dengan kritik Saudara, asal disampaikan dengan baik dan benar!? jawabnya dengan telinga memerah. Mana yang lebih dipercaya orang: bahasa tubuh atau ucapan lisan? Ya, bahasa tubuh! Posisi dan gerak tubuh, perubahan mimik muka, cara duduk, perubahan-perubahan warna telinga atau kulit?semua itu umumnya dianggap lebih jujur menyampaikan ?isi hati? orang daripada ucapan lisan. Jadi, memahami bahasa tubuh sangat penting untuk membaca pikiran orang, menangkap ?pesan tersembunyi? di balik kata-kata. Tetapi, membaca bahasa tubuh tidak semudah yang dibayangkan orang. Dibutuhkan keuletan dan kejelian dalam berlatih, sehingga sinyal-sinyal berbagai bagian tubuh dapat kita tafsirkan secara tepat. Membaca Pikiran Lewat Bahasa Tubuh akan menawarkan kiat-kiat agar Anda menguasai bahasa tubuh. Kiat-kiat itu antara lain: - Menemukan kesan (impresi) pada pertemuan pertama. - Mengenali ekpresi kebohongan - Mengenali ketertarikan atau ketidaktertarikan orang - Menghindari penolakan yang tak dikatakan - Mengendalikan kemarahan yang disembunyikan - Mengenali dan menjinakkan orang yang sok berkuasa. - Mengenali orang yang sedih, kecewa, ataupun stres. - Memaknai gerak tubuh lawan bicara. - Mengenal perbedaan-perbedaan bahasa tubuh yang berlaku di berbagai negeri.ronaldamd3@blogger.com

Jumat, 11 Maret 2016

Belajar Ikhlas

BELAJAR IKHLAS


dipost oleh : Ronald Busser
"Engkau bisa menikahi anakku jika kau telah menguasai ilmu ikhlas." Tentu bagi yang pernah menonton sinetron realigi "Kiamat Sudah Dekat" masih ingat dengan dialog yang diucapkan Dedi Mizwar yang memerankan tokoh ayah kepada seorang pemuda yang simpati terhadap anak gadisnya. Tanpa bermaksud mengenyampingkan maksud dari tim skenario maupun sutradara, menjadi orang yang ikhlas (mukhlis) memiliki keutamaan yang demikian penting dalam islam, itulah sebabnya ikhlas dijadikan sebagai bahasan  pertama dalam buku "Tazkiyatun Nafs" karangan Ibnu Qayyim Al-Jauziyah, Ibnu Rajab Al Hambaly dan Imam Al-Ghazali.

Sebuah kisah, ada seseorang yang selalu menunaikan shalat di shaf pertama. Suatu ketika ia terlambat dan ia shalat di shaf kedua. Lalu ia diliputi rasa malu karena dilihat orang banyak. Dari sini ia tahu bahwa selama ini ketenangan hatinya dalam melaksanakan shalat di shaf pertama selama ini disebabkan oleh pandangan orang-orang kepadanya.

"Dan mereka tidak disuruh kecuali supaya beribadah kepada Allah dengan memurnikan dien (agama) kepada-Nya, lagi bersikap lurus" (Q.S Al-Bayyinah:5)

Abu Umamah meriwayatkan, seseorang telah menemui Rasulullah shollallahu alaihi wasallam dan bertanya, "Bagaimana pendapatmu tentang seseorang yang berperang untuk mendapatkan upah dan pujian? Apakah ia mendapatkan pahala? Rasulullah shollallahu alaihi wasallam menjawab, "Ia tidak mendapatkan apa-apa." Orang tadi mengulangi pertanyaannya tiga kali dan Rasulullah shollallahu alaihi wasallam pun tetap menjawab, "Ia tidak mendapatkan apa-apa." Lalu beliau bersabda'
"Sesungguhnya Allah subhanallah wa ta'ala tidak menerima suatu amal, kecualli jika dikerjakan murni karena-Nya dan mengharapkan wajah-Nya." (HR. Abu Dawud dan An-Nasa'i dengan sanad jayyid/bagus).

MAKNA IKHLAS

      Ikhlas artinya memurnikan tujuan bertaqarrub kepada Allah subhanallah wa ta'ala dari hal-hal yang mengotorinya. Ikhlas juga berarti menjadikan Allah Subhanallah wa ta'ala sebagai satu-satunya tujuan dalam segala bentuk ketaatan atau mengabaikan pandangan makhluk dengan cara selalu berorientasi hanya kepada Allah Subhanalah wa ta'ala.
    Hal ini hanya akan dapat datang dari seseorang yang mencintai Allah Subhanallah wa ta'ala dan menggantung seluruh harapannya pada akhirat. Tidak tersisa tempat dihatinya untuk mencintai dunia. Seseorang yang dipenuhi oleh kecintaan kepada Allah Subhanallah wa ta'ala dan akhirat pasti seluruh aktivitas hariannya _mulai dari bangun tidur hingga ia tidur kembali_  merupakan cerminan dari cita-citanya untuk obsesi akhiratnya sehingga dilakukannya dengan keikhlasan.

KEUTAMAAN IKHLAS

     Abu Sa'id Al-Khudriy radiyallahu anhu  meriwayatkan bahwa pada waktu Haji wada', Rasulullahshollallahu alaihi wasallam bersabda:
"Semoga Allah mencerahkan orang yang mendengar kata-kataku lalu menjaganya. Betapa banyak orang yang membawa pemahaman, tetapi ia sendiri tidak paham. Tiga hal yang seorang mukmin tidak akan dengki terhadapnya; mengikhlaskan amal kepada Allah, memberikan loyalitas kepada para pemimpin kaum muslimin dan selalu bergabung dengan jamaah mereka." (HR. Al-Bazzar dengan isnad hasan dan Ibnu Hibban dalam kitab shahihnya).

     Hadist diatas memberi pengarahan bahwa ketiga hal diatas dapat memperbaiki hati (menjauhkan dari sifat dengki). Barangsiapa menjadikan ketiganya sebagai akhlak, pasti hatinya akan bersih dari khianat maupun kerusakan. 
      Seorang hamba hanya akan akan selamat dari godaan setan dengan keikhlasan. Allah subhanallah  wa ta'ala berfirman,  mengungkapkan pernyataan iblis,
"Kecuali hamba-hamba Mu yang selalu ikhlas" (Shad:83).
      
     Apabila suatu amal telah tercampuri oleh harapan-harapan duniaawi yang disenangi diri dan hati manusia_sedikit ataupun banyak_ maka kejernihan amal itu sendiri telah tercemari. Hilanglah pula keikhlasannya. Sulitnya ikhlas dalam setiap amalan atau ibadah digambarkan oleh sebuah pepatah,
"Barangsiapa yang sesaat dari umurnya telah dengan ikhlas, hanya mengharap wajah Allah, pasti ia akan selamat".
  
MEMUPUSKAN KESENANGAN TERHADAP DUNIA, KUNCI KEIKHLASAN

     Keikhlasan hanya bisa lahir dari hati yang selalu khusyu' dan menjadikan akhirat sebagai obsesi hidupnya. Segala kesenangan hawa nafsu serta ketamakan terhadap dunia dan segala perhiasannya harus dipupus untuk bisa memudahkan meraih makna keikhlasan.  Banyak orang yang telah bersusah payah _telah mengorbankan banyak hal baik materi, tenaga maupun pikiran_ untuk beramal, menyangka telah melakukannya dengan keikhlasan karena Allah subhanallah wa ta'ala. Padahal sesungguhnya ia telah tertipu. Adapun orang-orang yang lalai dari keikhlasan, kelak pada hari kiamat, mereka akan mendapati kebaikan-kebaikan mereka telah berubah menjadi keburukan. Sebagaimana firman Allahsubhanallah wa ta'ala:
"Dan (pada hari kiamat) jelaslah bagi mereka dari Allah apa-apa yang belum pernah mereka perkirakan. Dan jelaslah bagi mereka keburukan dari apa-apa yang telah mereka kerjakan. (Az-Zumar: 47-48)
"Katakanlah, "Maukah kalian kami kabari tentang orang yang paling merugi amalan mereka? Yaitu orang-orang yang telah sia-sia usaha mereka di dunia, sedangkan mereka menyangka telah mengerjakannya dengan sebaik-baiknya (Al-Kahfi: 103).

RIYA, KEBALIKANNYA DARI IKHLAS

    Riya berasal dari kata rukyat yang berarti melihat. Asal muasalnya adalah mencari kedudukan atau kemasyuran agar hati orang -orang banyak terpengaruh lalu memujinya sebab telah banyak melihat kebaikan yang ada pada dirinya. Ada beberapa tingkatan riya: tingkatan terberat adalah memamerkan keimanan sementara hatinya mendustai ucapannya. Tingkatan berikutnya adalah orang yang melakukan shalat karena terpaksa dan takut diejek orang lain. Tingkatan ketiga adalah memamerkan ibadah-ibadah sunah ketika berada didepan orang lain, padahal sebenarnya sangat malas melakukannya bila sendirian. Keempat adala menyempurnkan sebuah amalan tetapi biaanya tidak demikian kalau tidak di muka orang lain. dan tingkatan riya terakhir adalah melakukan sesuatu yang sekalipun ditinggalkan juga tidak akan mengurangi segala sesuatu yang berhubungan dengan amalannya.

HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN AGAR BISA IKHLAS
    
    Ada banyak hal yang dapat dilakukan agar bisa ikhlas, diantaranya:
Pertama:  Hendaklah tiap amalan yang dilakukan semata-mata mengharap ridho Allah. Hilangkanlah perasaan bahwa kita telah ikhlas melaksanakan suatu amalan karena hal ini dapat menjatuhkan kadar keikhlasan kita dihadapan Allah subhanallah wa ta'ala.
Kedua: Setiap akhtivitas harus sesuai dengan tuntunan syariat. Hal ini merupakan rel dalam beramal atau beribadah. Sejauh apapun kereta kita bergerak, kita tidak akan pernah sampai ke tujuan kita.
Ketiga: Senantiasa ber-muhasabah (mengevaluasi diri). Apakah amalan-amalan yang dilakukan semata-mata hanya mengharapkan ridho-Nya atau masih menempel kepentingan-kepentingan lain yang menodai keikhlasan kita. Seringkali kita sulit untuk jujur terhadap diri sendiri sehingga kita lebih cenderung membela diri daripada menyalahkan diri sendiri.
Keempat: Senantiasa waspada terhadap tipu daya setan yang senantiasa menjuruskan kita kepada sifat riya.
Kita harus menyadari bahwa setiap ikhtihar yang kita lakukan dalam menggapai keikhlasan, setan tidak akan tinggal diam. Perbaharui niat dalam segala hal semata-mata untuk meraih ridho-Nya. Mohonlah perlindungan dari Allah subhanallah wa ta'ala agar dijauhkan dari godaan setan.
Kelima: Bertemanlah dengan orang-orang yang ikhlas dan mengikuti cara hidup mereka serta giat menuntut ilmu. 


BEBERAPA ATSAR TENTANG IKHLAS
1. Ayyub berkata, "Bagi aktivis, mengikhlaskan niat jauh lebih sulit daripada melakukan seluruh aktivitas.
2. As-Suusiy berkata, " Ikhlas adalah tidak merasa telah berbuat ikhlas. Dan barangsiapa masih menyaksikan keikhlasan dalam ikhlasnya, maka keikhlasannya masih membutuhkan keikhlasan lagi. Yang dimaksud adalah membersihkan amal dari sifat 'ujub. Merasa ikhlas dan melihat keikhlasan diri adalah 'ujub. Dan itu merupakan salah satu perusak keikhlasan. Amal yang ikhlas adalah yang bersih dari segala jenis perusak keikhlasan.
3. Ya'qub berkata, "Orang ikhlas adalah orang yang menyembunyikan kebaikan-kebaikan dirinya sebagaimana ia menyembunyikan keburukan-keburukannya.
4. Fudhail berkata, "Meninggalkan suatu amal karena orang lain adalah riya'. Sedangkan beramal karena orang lain adalah syirik. Adapun ikhlas adalah ketika Allah subhanallah wa ta'ala menyelematkanmu dari kedunaya.
4. Sebagian ulama berkata, 'ikhlas sesaat berarti keselamatan abadi. Tetapi ikhlas itu sulit sekali.


Begitu besar ganjaran sebuah keikhlasan sampai Rasulullah tercinta mengatakan bahwa diterimanya amal anak adam sangat ditentukan oleh niatnya. Dan saking bencinya setan terhadap keikhlasan hamba-Nya, dia selalu menggoda baik di awal, pertengahan maupun di akhir sebuah amal atau ibadah. Diawal ketika ingin beramal kita digoda untuk berharap mendapatkan keuntungan lain selain dari Allahsubhanallah wa ta'ala. Ketika tengah beramal kita digoda untuk rajin berkeluh kesah dan setelah selesai beramal kita dirayu agar menceritakan amal tersebut pada orang lain. Mari kita mulai mentarbiyah diri untuk menggapai darajat mukhlis, diantaranya dengan menjaga kedekatan kita pada Allah subhanallah wa ta'ala.
  

Gadget Masa Depan

ronald's_photos

ronald's_photos

ronald's_photos

ronald's_photos

ronald's_photos

ronald's_photos

ronald's_photos

perjalanan hidup kita

Perjalanan Hidup Kita Sendiri

Lakukanlah perjalan hidup kita sendiri. Kita tidak harus menunggu orang lain untuk melakukan perjalanan. Tidak harus melakukan bersama-sama. Kita bertanggungjawab atas hidup kita sendiri.

Kita hendak melangkah atau berhenti. Hendak terhenti lama pada satu tempat, hendak berlari kencang kita lah yang menentukan. Berhentilah menyalahkan ketiadaan teman dan keadaan. ini hidupmu sendiri.

Jangan sekali-kali menahan orang lain untuk maju. Jangan membuat mereka berhenti hanya untuk menunggumu. Jangan memaksa orang berlari sementara langkah kakinya tidak mampu


mengikuti.

Lakukanlah perjalann hidup kita meski sendiri. Kita tidak perlu berlama-lama menunggu orang datang dan mengajak kita pergi. Kita tidak perlu membuang waktu untuk seseorang yang belum tentu mau kita ajak jalan bersama. Kita bertanggungjawab atas hidup kita sendiri.

Setiap langkah kaki kecil kita akan memperdekat tujuan. Tempat di mana orang orang-orang sebenarnya bertemu. Tempat di mana setiap pertanyaan kecil kita sepanjang perjalanan ditemukan.

Di perjalanan kita akan tahu. Siapa orang-orang yang memiliki tujuan yang sama. Di perjalanan kita tidak perlu saling menunggu sebab langkah kaki kita sama. Kita berjalan beriringan.